Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2015

Video-video Road Show 28 PMK: Sema'an Puisi - Nabi Tidak Korupsi

Gedung Museum Nahdlatul Ulama (NU)
Jl. Gayungsari Timur 35 Surabaya.
18 Januari 2015 sehabis isya'

Dalam video: D. Zawawi Imron, Eka Pradhaning, Ardi Susanti, Suyitno Ethexz, Tengsoe Tjahjono, Zainul Walid, Aloeth Pathi, Kyai M. Faizi, Lukni Maulana, Haidar Hafeez, Sosiawan Leak, Roosetindaro Baracinta, dan lain-lain.

Lem Tikus & Tangisan Ibu Pertiwi


Nabi Nuh, Serdadu Tua dan Air


Seorang Anak Bertanya & 'Ala Wazni


Kang Besut, Kursi Korupsi & Sajak Suara


Puisi Zainul Walid "Sajak untuk Ibu Lala"


D. Zawawi Imron, Puisi pantun "Syarat Koruptor"

Terima kasih kepada akun-akun yang telah mengunggah video road show 28 PMK: Naila Al Hasna, Cak Wahib, dan sri rejeki.

Kamis, 09 Oktober 2014

Semoga Ayah Ibuku Tidak Korupsi...


KOMPAS.com - Rakyat mengungkapkan rasa jijik mereka atas menggilanya kejahatan korupsi lewat mural di tembok-tembok kota. Di ruang pamer, perupa ”berperang” melawan korupsi dengan menampilkan sosok celeng, alias babi hutan, sebagai metafora keserakahan para pengisap harta rakyat.

"Ya Tuhan, Semoga Ayah Ibuku Tidak Korupsi...”, itulah harapan dan doa warga yang tertulis pada pilar beton penyangga jembatan layang yang melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Di samping tulisan itu tergambar seorang ibu berdoa dengan tangan menengadah.

Di tiang penyangga lain, masih di kolong jembatan layang yang sama, ada mural atau lukisan dinding bergambar perempuan dengan air mata menitik bertuliskan, ”Aku Tak Sudi Bersuamikan Koruptor...”.

Gambar itu terbuat dari kertas berwarna putih dan ditempelkan di dinding beton. Kondisinya usang dan berimpit dengan gambar-gambar lain. Namun, mural ini tampak cukup menohok mata. Kata-katanya tertulis dengan huruf berwarna merah tegas.

Mural-mural di kolong jembatan layang itu terletak sekitar 300 meter dari gerbang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang berpagar besi menjulang. Kolong jembatan itu menjadi tempat berteduh warga pejalan kaki atau pengendara motor kala hujan turun.

Kita simak mural lain di tembok jembatan layang arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan. Di sana, ada mural bergambar wajah dengan ujung jari telunjuk yang ditempel di depan bibir. Wajah itu seakan memberi isyarat peringatan. Lalu ada tulisan, ”Ssstt... Ingat...!!! Masih Ada Korupsi...”.

Cobalah tengok ke terowongan Cawang, Jakarta Timur. Pada dinding kiri ujung terowongan yang mengarah ke Cililitan terpampang mural yang menggambarkan meja makan. Di atasnya ada mangkuk berisi buah-buahan dan gelas minum. Meja itu dikitari sosok berdasi berkepala setan, tikus, babi, dan celeng. Pada sudut kanan bawahnya terbaca pesan, ”Hati-hati dalam Memilih”.

Lawan
Begitulah mural-mural bertebaran di sudut-sudut kota Jakarta dengan muatan ekspresi yang hampir sama, yaitu melawan korupsi! Tak mudah melawan korupsi dengan cara mural. Komunitas Street Serrum yang cukup gencar berperang melawan korupsi dengan senjata mural harus pintar-pintar bermain kucing-kucingan dengan polisi atau petugas dari kelurahan.

Komunitas Serrum lahir tahun 2006 sebagai wadah para mahasiswa bereksplorasi dengan menjajal berbagai medium karya seni rupa. Arief ”Arman” Rachman (32), salah satu pegiatnya, menuturkan, nama ”Serrum” sebenarnya pelesetan dari bahasa Inggris, share room, yang bermakna berbagi ruang. Dalam hal ini berbagi ruang penyampai unek-unek rakyat.

Namun, tidak mudah berbagi ruang dengan pihak yang mungkin mendukung korupsi. Nyatanya, banyak mural antikorupsi kerap berumur pendek. Bahkan, banyak yang hanya berumur jam-jaman. Para pegiat street art sudah hafal, ada daerah-daerah keramat untuk mural dan grafiti. Underpass Dukuh Atas itu salah satu tempat paling ”keramat”, grafiti atau mural apa pun biasanya akan dibersihkan dalam satu-dua hari.

MG Pringgotono (32) alias MG, anggota Serrum, hafal jenis mural, grafiti, atau poster ”keramat” yang tak bakal berumur panjang. Tiap kali membuat mural, grafiti, dan poster antikorupsi yang menyebut nama tokoh, misalnya seorang terpidana korupsi, pasti karya itu bakal lenyap dalam hitungan jam.

”Jadi, ada lokasi ’angker’, yang pasti membersihkan grafiti, mural, atau poster apa pun dalam hitungan hari. Dan, selalu ada isu ’keramat’ yang selalu dibersihkan entah oleh siapa dalam hitungan hari, bahkan jam,” kata MG.

Namun, mereka tidak pernah jeri dan terus bergerilya melakukan ”perang kota”. ”Kami memilih melakukan pendidikan publik di ruang publik, lewat propaganda publik,” ujar MG.

Perang celeng
Bendera perang terhadap korupsi juga dikibarkan oleh pelukis Aris Budiono Sadjad dengan menggelar pameran bertajuk ”Perang Suci Melawan Korupsi”, 14-23 Maret 2013, di Bentara Budaya Jakarta (BBJ). Pameran yang menggelar 23 lukisan ini dibuka oleh Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dedi A Rachim, Kamis (14/3).

Aris geram melihat perilaku para koruptor yang tidak menampakkan penyesalan. Karena itu, ia menggunakan celeng sebagai metafor kerakusan dan kebebalan. ”Kalau tikus itu mudah dikalahkan dan penakut, nah kalau celeng, tetap merasa gagah walau korupsi,” kata Aris.

Dalam lukisan ”Empat Cakil Rakyat”, Aris menggambar empat butha cakil (raksasa kecil yang rakus) sedang menunggang empat ekor celeng. Keempat celeng bertaring panjang dengan mata mendelik dan mulut merah. Jelas sekali ciri-ciri sebagai ”hama” yang rakus itu siap memangsa apa saja.

Di lukisan lain dengan penuh ironi Aris melukis ”Corruptor Family Gathering”. Di kanvas tampak sejumlah kalangan sedang berpesta pora, bersenang-senang, berenang, main musik, dan segala aktivitas hiburan lainnya. Hal yang aneh, seluruh pelaku pesta pora itu berwajah celeng. Begitulah, kata Aris, sifat celeng. ”Selalu gagah, tak pernah takut, malah diperlakukan seperti selebritas. Semua itu, kan, kini terjadi di hadapan kita?” kata Aris.

Kita kini seolah hidup di negeri penuh koruptor. Pemutarbalikan fakta jadi hal biasa, perasaan tidak bersalah jadi pemandangan sehari-hari. ”Dan itu memuakkan sekali, sudah seharusnya dilawan,” kata Aris.

KPK merasa mendapat kawan dalam berperang melawan para ”celeng” pemangsa harta rakyat. ”Ibaratnya kami sedang berperang sendirian di tengah gurun pasir, dan tiba-tiba ada sumber air. Ini menyejukkan kami. Ternyata, KPK punya teman-teman seniman,” kata Dedi dalam pembukaan pameran di BBJ.

Provokasi kesadaran batin
Seniman yang beraksi dengan mural dan grafiti di tembok-tembok kota tentunya juga kawan- kawan KPK. Budayawan Mudji Sutrisno SJ menyebut seniman seperti mereka sebagai penjaga kehidupan yang tetap mau menjaga kelangsungan hidup bermartabat.

Apakah suara rakyat yang terucap di tembok-tembok kota itu didengar orang?
”Kentungan harus dipukul terus untuk mengingatkan jaga malam saat waktu jaga, atau bahaya-bahaya, maling, kebakaran yang akan menghancurkan masyarakat. Anjing harus terus menggonggong lantaran proses membaca tulisan-tulisan di mural yang antikorupsi masih tetap menemukan bacaannya untuk kita,” kata Mudji.

Mudji melihat suara-suara di tembok kota tetap diperlukan. Yang berbahaya adalah kalau apatisme dan kebisuan, cuek, tidak acuh sudah menjadi sikap lalu tidak ada sama sekali reaksi atau tulisan-tulisan mural lagi. Bila sampai tahap ini, demokrasi dan hidup bersama berada dalam lampu merah. ”Selama seniman nurani masih terus nulis tajam dan kritis antikorupsi di mural-mural, itu berarti masih ada dinamika hidup di masyarakat kita,” kata Mudji.

Bagaimanapun, suara rakyat di tembok-tembok kota atau di ruang pameran akan tetap mempunyai makna di tengah kehidupan negeri ini saat ini. Kritikus seni rupa Suwarno Wisetrotomo dalam katalog pameran ”Perang Suci Melawan Korupsi” mengingatkan bahwa karya seni memiliki fungsi untuk memprovokasi kesadaran dan batin.

Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta itu menandaskan, ”Karya seni melatih kepekaan dan sikap kritis terhadap segala ketidakadilan atau kezaliman yang menimpa manusia, kemanusiaan, serta kehidupan.”

Sumber: kompas.com

Senin, 25 Agustus 2014

Abah Yoyok Baca Puisi Menolak Korupsi "Pikir Coba, Pikir!"

PIKIR COBA, PIKIR!

jejari telunjuk menunjuk-nunjuk
hati mengutuk mulut merutuk-rutuk
sorot mata jijik menghina-hina
bibir nyinyir mencibir-cibir

di ruang pengap berpagar jeruji besi
perempuan paruh baya itu meratap tanpa suara
linang air matanya kilau kemilau seakan ingin berkata:

oh jagat dewa betara kala
semena-mena mereka menuduhku berbuat nista
mereka dzolimi aku

bukankah mereka tahu siapa aku
biru darahku ratu gelarku
ningrat bermartabat
birokrat terhormat
itulah aku
pun handai taulan dan karib kerabatku
adalah pejabat dan birokrat

dengarlah dengar wahai kalian para penghujat
harta warisanku tak akan habis dimakan sampai tujuh turunan
bersama handai taulan, aku punya banyak perusahaan
tak masuk di akal jika aku mencuri apalagi korupsi
hanya orang sudra yang suka mencuri

aku ini ratu, darahku biru
dua puluh enam mobil mewah ada di dua anak kandungku
belum lagi rumah dan tanah, kebun dan sawah

adik kandungku pengusaha kaya raya
lima puluh dua mobil mewah, enam truk dan satu harley davidson dia punya
belum lagi harta lainnya, seratus aset berupa tanah dan rumah tersebar di mana-mana

maaf, ini bukan pamer
dua saudara tiriku yang satu walikota yang satu lagi petinggi partai
adik kandung perempuanku wakil bupati
sedangkan adik ipar perempuanku walikota
pun ibu tiriku adalah wakil bupati
belum lagi anak dan menantuku
belum lagi kerabat yang lain

coba pikir dengan akal sehat, tuan-tuan
sebagai penguasa yang juga pengusaha kaya raya
buat apa lagi kalau masih harus mencuri
sebagai birokrat, ningrat dan konglomerat
buat apa lagi kalau masih harus korupsi

pikir coba, pikir
pikirrrrrr…….!!

Cisauk, April 2014


Videonya bisa dilihat: bagian 1 dan bagian 2 (Facebook)

Senin, 30 Juni 2014

Sabtu, 28 Juni 2014

Lagu Menolak Korupsi

Aransemen ke-2 "KONSER SASTRA"
di Sanggar Gaperto Art Community Mlonggo

Lagu Menolak Korupsi
Cipt. Didid Endro S. dan Gaperto Art Community Jepara

Lihat videonya di sini (youtube)

Sabtu, 14 Juni 2014

Video Road Show 20 PMK: Musikalisasi Puisi Little Wing Karya Fikri Binarsukma

Untuk pemanasan suasana sebelum parade pembacaan puisi dari penulisnya, ada sesi spontanitas musikalisasi puisi Little Wing garapan Fikri Binarsukma (kelas XI-IPS 4) dkk.

Lihat videonya di sini. (youtube)

(Teks dan video oleh Kidung Purnama.)

*penyunting Ekohm Abiyasa

Kamis, 12 Juni 2014

Video Road Show 20 PMK: Alfiana Latief Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Alfiana Latief ini salah satu guru SMAN 1 Ciamis. Kebetulan suaminya, M. Taofiq mengajar di SMAN 1 Ciamis dalam kegiatan Road Show PMK ke-20 ini beliau berpartisipasi hadir dan membacakan puisi sahabatnya ketika masih remaja di Ngawi-Jawa Timur yaitu Mas Aming Aminudin. Beliau juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan sastra dan kadang pula menjadi peserta dalam lomba baca puisi di wilayah Ciamis dan Tasikmalaya.

Lihat videonya di sini (youtube)

(Video dan teks oleh Kidung Purnama)

*penyunting Ekohm Abiyasa

Video Road Show 20 PMK: Kidung Purnama Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Di sela-sela kesibukannya masih sempat untuk berkesenian. Terutama dalam gerakan sastra di wilayah Ciamis (Sastra Galuh) "Puisi Menolak Korupsi" yang diselenggarakan anak-anak Jurnalis Road Show PMK ke-20 di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis pada hari Sabtu, 17 Mei 2014 dan Alhamdulillah dapat terlaksana dengan baik.

Terima kasih atas segala dukungannya baik dari pihak SMAN 1 Ciamis: Sari Nurfatwa Hakim, kawan Jurnalis SMAN 1 Ciamis, Kang Acep Zamzam Noor, Sosiawan Leak, Ardi Susanti, Sastra Riau (Surya), Suyitno Ethexz, Wage Tegoeh Wijono, Abah Yoyok, Yogira Yogaswara, Eriyandi Budiman, Mahbub Junaedi, Dimaz Indiana Senja, Euis Herni dll.

Salam hangat do'a kuat! serta yang paling utama itu adalah thank you Allah.

Lihat videonya di sini (youtube)

(Video dan teks oleh Kidung Purnama)

*penyunting Ekohm Abiyasa

Rabu, 04 Juni 2014

Video Road Show 20 PMK: Ardi Susanti Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Mungkin mbak Ardi Susanti ini salah satu di antara penyair PMK perempuan yang aktif hadir dalam kegiatan Road Show di wilayah Jawa dan Madura. Dan kali ini disela-sela kesibukannya mengajar di sebuah sekolah SMA di Tulungagung menyempatkan diri hadir di Road Show PMK ke-20 di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis pada hari Sabtu, 17 Mei 2014. Sebelumnya telah berjanji ketika ketemu Road Show PMK di SMA Al Ihsaniah Tegal pada bulan Maret 2014.

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video oleh: Kidung Purnama)

Video Road Show 20 PMK: Muhammad Hafeedz Amar Riskha Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Ini salah satu pelajar yang hadir di acara Road Show PMK ke-20 buku jilid 3 "Pelajar Indonesia Menggugat!" di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis pada hari Sabtu, 17 Mei 2014. Muhammad Hafeedz Amar Riskha datang dari Indramayu-Jawa Barat bersama Kepala Sekolah, guru juga beberapa temannya dan membacakan puisi bersama kawan-kawan pelajar lainnya dari wilayah kab. Ciamis.

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video oleh: Kidung Purnama)

Selasa, 03 Juni 2014

Video Road Show 20 PMK: Suyitno Ethexs Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Kawan yang satu ini termasuk yang sering menghadiri kegiatan PMK di berbagai daerah dan tak luput melakukan celetukan-celetukan yang bersifat humoris. Makanya selalu ramai juga menggairahkan (bisa membuat kawan yang lainnya selalu tertawa). Dalam kegiatan Road Show PMK ke-20 buku jilid 3 "Pelajar Indonesia Menggugat!" di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis pada hari sabtu 17 Mei 2014 mas Suyitno Ethexs juga hadir dan turut serta baca puisinya.

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video oleh: Kidung Purnama)

Video Road Show 20 PMK: Mahbub Junaedi Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Dari Bumiayu mas Mahbub Junaedi naik motor bersama mas Dimaz Indiana Senja menuju Road Show PMK ke-20 buku jilid 3 "Pelajar Indonesia Menggugat!" yang bertempat di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis.

Sebuah perjalanan yang cukup melelahkan namun katanya sangat mengasyikan.

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video oleh: Kidung Purnama) 

Video Road Show 20 PMK: Sastra Riau (Surya Hardi) Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Sastra Riau (Surya Hardi) baca puisi di Road Show Puisi Menolak Korupsi ke-20 "Pelajar Indonesia Menggugat!". Bertempat di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis pada hari Sabtu, 17 Mei 2014.

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video oleh: Kidung Purnama)

Senin, 02 Juni 2014

Video Road Show 20 PMK: Abah Yoyok Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Abah Yoyok baca puisi di Road Show Puisi Menolak Korupsi ke-20 "Pelajar Indonesia Menggugat!". Bertempat di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis pada hari Sabtu, 17 Mei 2014.

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video oleh: Kidung Purnama)

Video Road Show 20 PMK: Dimaz Indiana Senja Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Di antara kawan-kawan penyair yang hadir di Road Show Puisi Menolak Korupsi ke-20 "Pelajar Indonesia Menggugat!" di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis pada hari Sabtu, 17 Mei 2014 dan mungkin Dimaz Indiana Senja-lah yang paling muda dan cukup kreatif serta agresif.

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video dan teks oleh: Kidung Purnama)

*penyunting Ekohm Abiyasa

Video Road Show 20 PMK: Wage Tegoeh Wijono Baca Puisi di Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)


Penampilan mas Wage Tegoeh Wijono ini ketika Road Show Puisi Menolak Korupsi ke-20 "Pelajar Indonesia Menggugat!" di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis pada hari Sabtu, 17 Mei 2014 yang dimeriahkan juga oleh pelajar dan beberapa penyair dari berbagai wilayah Nusantara.

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video dan teks oleh: Kidung Purnama)

*penyunting Ekohm Abiyasa

Video Road Show 20 PMK: Yogira Yogaswara Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Mungkin baru kali ini kang Yogira Yogaswara turut memeriahkan Road Show Puisi Menolak Korupsi yang sebelumnya tak sempat turut serta. Beliau sengaja datang bersama penyair Eriyandi Budiman dari Bandung.

Terima kasih atas kedatangannya di acara road show PMK ke-20 yang bertempat di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis pada hari Sabtu, 17 Mei 2014.

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video dan teks oleh: Kidung Purnama)

*penyunting Ekohm Abiyasa

Video Road Show 20 PMK: Acep Zamzam Noor Baca Puisi di Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Selain baca puisi di Road Show Puisi Menolak Korupsi ke-20, kang Acep Zamzam Noor juga pemateri dalam diskusi "Pelajar Indonesia Menggugat!" antologi PMK jilid 3 Pelajar Indonesia yang diselenggarakan oleh Sekbid. Jurnalis yang bertempat di Taman Blok M. SMAN 1 Ciamis hari Sabtu, 17 Mei 2014 yang dihadiri pelajar dari berbagai wilayah kab. Ciamis dan luar kab. Ciamis.

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video dan teks oleh: Kidung Purnama)

*penyunting Ekohm Abiyasa

Sabtu, 31 Mei 2014

Video Road Show 20 PMK: Sosiawan Leak Baca Puisi Menolak Korupsi (Ciamis, 17 Mei 2014)

Pertunjukan ini dalam kegiatan Road Show Puisi Menolak Korupsi ke-20 buku jilid 3 "Pelajar Indonesia Menggugat!" yang diselenggarakan oleh siswa/siswi Jurnalis SMAN 1 Ciamis. 

Ada pun tempatnya di Taman Blok M dengan panggung terbuka pada hari Sabtu, 17 Mei 2014. Ketua pelaksana ini adalah Sari Nurfatwa Hakim siswi kelas XI-IPS 4 dan dibantu team creative Dudung Crew dan Sanggar Seni Nuansa SMAN 1 Ciamis.

Selaku koordinator PMK, Mas Sosiawan Leak selain menjadi pembicara dalam diskusi Sastra & Korupsi yang didampingi Acep Zamzam Noor, Kepolisian dan Kejaksaan Kab. Ciamis juga membacakan puisinya untuk memenuhi permintaan para pelajar dan guru-gurunya yang hadir dari berbagai SMA yang ada di wilayah Kab. Ciamis maupun luar Kab. Ciamis. (Kidung Purnama © 2014)

Untuk melihat videonya, silakan ke sini (youtube)

(Video dan teks oleh: Kidung Purnama)

*penyunting Ekohm Abiyasa

Rabu, 21 Mei 2014

"Psssstt... Jangan Bilang Siapa-siapa"

Sebuah film pendek tentang secuil perilaku korupsi atau mark up harga buku oleh guru dan siswa.

Seperti inikah gambarannya?

Lihat videonya di sini.