Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Oktober 2014

FLAC Indonesia (Future Leader for Anticorruption Indonesia): Lomba Menulis Esai Pelajar Antikorupsi “GERAK (Gerakan Remaja Antikorupsi) Call for Smart Essay"

FLAC Indonesia (Future Leader for Anticorruption Indonesia) bersama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mempersembahkan Kompetisi atau Lomba Menulis Esai “GERAK (Gerakan Remaja Antikorupsi) Call for Smart Essay”. 
Disini kamu bisa menyuarakan kegundahan, aspirasi, gagasan, dan ide kamu untuk Indonesia yang bersih dari korupsi melalui esay. Nantinya, peserta yang esaynya terpilih berhak untuk mengikuti Anticorruption Mini Conference di Universitas Indonesia, GRATIS! Kamu yang terpilih juga otomatis menjadi anggota resmi GERAK Batch 1 yang akan melakukan aksi-aksi nyata demi Indonesia yang bersih dari korupsi.
Lomba Esai GERAK FLAC

Tema:
  • Memberantas korupsi di mulai dari diri sendiri
  • Kita (pemuda) vs. Korupsi
  • Siapa bilang jujur itu mudah?
Syarat dan Ketentuan:
  • Pelajar SMA/sederajat se-Jabodetabek
  • Esai bertemakan (pilih salah satu):
    • Memberantas korupsi di mulai dari diri sendiri
    • Kita (pemuda) vs. Korupsi
    • Siapa bilang jujur itu mudah?
  • Esai merupakan murni hasil karya pribadi
  • Jumlah kata 500 -1000 kata (Times New Roman 12 pt, spasi 1.5)
  • Penulisan Judul font huruf 16 pttanpa bold dan underline, orientasi tengah
  • margin normal
  • mencantumkan sumber referensi
  • menggunakan tata bahasa sesuai EYD
  • Esai dikirimkan ke flacgerak2014@gmail.com dengan subjek “Gerak_Nama Peserta_Asal Sekolah”
  • Peserta yang telah mengirimkan esai segera konfirmasi ke 089655588218 (Eva) dengan format “Esai Gerak_Nama Peserta_Asal Sekolah”
Hadiah/reward:
  • Esai terpilih berhak mendapatkan Free Ticket ke Anticorruption Mini Conference pada 14 November 2014
Contact Person:
  • +6289655588218 (Evana)
  • FB: FLAC Indonesia
  • Twitter : @flac_indonesia
  • Web: flacindonesia.org
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kompetisi atau Lomba Menulis Esai “GERAK (Gerakan Remaja Antikorupsi) Call for Smart Essay” memperebutkan hadiah free ticket ke Anticorruption Mini Conference silahkan kunjungi halaman ini.

Senin, 30 Juni 2014

Kompetisi Internasional Musik Anti Korupsi 2014 (Belgia/Tunisia)

Edisi ke-4 dari Fair Play akan berlangsung pada Juni 2014 dengan bantuan (sebagai juri) musisi terkenal:
Badiaa Bouhrizi / Neyssatou (Tunisia),
ChocQuibTown (Colombia),
D-Kazman dari Dubmarine (Australia),
Dubioza Kolektiv (Bosnia dan Herzegovina),
Harrison Stafford dari Groundation (USA),
Simphiwe Dana (Afrika Selatan) dan
pemenang Fair Play tahun lalu (2013) Simponii (Indonesia).
Tugas mereka adalah untuk memilih band dengan yang terbaik pesan anti korupsi.

Band pemenang akan diterbangkan ke Tunisia di mana mereka akan berpartisipasi pada 16th IACC (International Conference Anti-Korupsi) di Tunisia dari 21-24 Oktober akhir tahun ini (2014).

Kompetisi terbuka untuk musisi muda: berusia 18-35 tahun, semua genre musik.

Untuk berpartisipasi, musisi diminta untuk merekam dan mengirimkan online, video musik yang memberikan suara untuk bagaimana korupsi mempengaruhi kehidupan mereka, komunitas atau masyarakat mereka pada umumnya.

Mengirimkan video musik ke www.anticorruptionmusic.org sebelum 18 Agustus 2014.

Lebih lengkap, silakan ke web: http://t.co/JpMCqt5DX7

Minggu, 09 Maret 2014

Sujiwo Tejo: Perlu Sanksi Sosial Tegas Hilangkan Korupsi

Sujiwo Tejo: Perlu Sanksi Sosial Tegas Hilangkan Korupsi
 
JOMBANG, SATUHARAPAN.COM - Sujiwo Tejo mengusulkan sanksi sosial tegas dengan cara namanya dihilangkan, kemudian tidak boleh disapa, sehingga lama-lama sang koruptor akan mati dan korupsi hilang, demikian disampaikan dalam acara Rembug Rasa Anti Korupsi yang di gelar di Jombang, Sabtu (8/3).

Tentang sikap pada koruptor, Sujiwo Tejo mengusulkan sanksi sosial tegas kepada para pelaku tindak korupsi yang mengacu pada budaya Suku Sioux, Indian.

Rembuk Rasa Anti Korupsi yang diadakan di Hotel Yusro Jl. Soekarno Hatta 25 Jombang, antara lain didukung Yayasan Lontar, Jakarta sebagai pelaksana kegiatan di Jombang. Selain Sujiwo Tejo, narasumber lain yang hadir adalah Bambang Widjojanto, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dr. Ir. Sujana Royat DEA, Deputi Koordinasi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Denny Indrayana, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Salahuddin Wahid (Gus Solah), Tokoh HAM.

Sujiwo Tejo, budayawan, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menyatakan pesimis terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. ”Kita adalah manusia yang paling munafik di dunia. Ukuran keimanan seseorang diukur dari seberapa sering seseorang ke masjid atau gereja. Menurut saya ukuran keimanan seseorang adalah seberapa manfaat bagi orang lain,” kata Sujiwo Tejo di hadapan 150 orang yang menghadiri kegiatan ini.

“Kalau ada pejabat yang miskin tidak dihormati. Kalau ada pejabat yang menyumbang 50 ribu pasti dirasani. Bagaimana pejabat tidak korupsi?,” kata Sujiwo Tejo.

“Negara kita tidak memiliki cita-cita. Mau dibawa kemana arah pembangunan ke depan. Situasi ini membuat orang tidak punya motivasi dan berbuat korupsi. Bagi saya adil dan makmur adalah absurd. Saat reformasi, kita cenderung menjadi anti orde baru padahal di jaman orde baru ada rencana pembangunan lima tahun dan rencana pembangunan jangka panjang. Sehingga kita mengetahui arah pembangunan 25 tahun mendatang,” demikian kata dia.

Rangkaian acara akan diakhiri dengan Pagelaran Wayang Kulit oleh Ki Purbo Asmoro dengan lakon Tripama Kawedhar di Lapangan Pulo, Desa Pulo, Jombang.

Rembuk Rasa Anti Korupsi ini adalah bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri bersama-sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan rangkaian acara bertajuk Gelar Semangat Anti Korupsi 2014 Semua Siap Beraksi (Berantas Korupsi) di Surabaya dan Jombang. (Kontributor : Abdul Malik). Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Sumber:
http://satuharapan.com/read-detail/read/sujiwo-tejo-perlu-sanksi-sosial-tegas-hilangkan-korupsi/

Facebook Abdul Malik

Keterangan foto:
Denny Indrayana, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Sujiwo Tejo, Salahuddin Wahid (Gus Solah), Bambang Widjojanto, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Abdul Malik

Rabu, 05 Februari 2014

Karya Pelajar Bojonegoro Masuk Antologi Puisi Menolak Korupsi 3 (kanalbojonegoro.com)

Bojonegoro (Media Center) – Puisi karya 5 pelajar Bojonegoro Jawa Timur, akan diterbitkan dalam buku Antologi Puisi Menolak Korupsi (PMK) PMK Jilid 3, mereka adalah yang mengikuti seleksi sejak Bulan Desember tahun lalu. “Ini diikuti oleh pelajar seluruh Indonesia,” jelas Agus Budiono, selaku koordinator PMK Kabupaten Bojonegoro.

Mereka adalah Aji Rahmat Imanudin (SD), Aulia Widyanagara (SLTA), Ayunda Bilqish Alfiatussyifa (SD), Dika Bhakti (SLTP), Hidayah Sumiyani (SMK), dan Titin Trianti (SMK).

Sebelumnya, PMK telah melakukan road show di beberapa daerah, termasuk di Bojonegoro. Dalam road shownya, mereka menggelar pembacaan pusi bertemakan anti korupsi sekaligus mensosialisasikan rencana penerbitan buku antologinya yang ke tiga.

“Rencananya, jilid ke-3 akan diluncurkan di Jakarta pada akhir maret tahun ini,” tambahnya. Menurut Leak Sosiawan, koordinator nasional gerakan PMK, berbeda dengan sebelumnya, khusus untuk jilid ke 3 ini memang diperuntukkan bagi pelajar.

Buku Antologi Puisi Menolak Korupsi Jilid 3 itu sendiri merupakan kegiatan nirlaba yang akan disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Selain pelajar dari Bojonegoro, terdapat karya 317 pelajar lain dari seluruh penjuru Indonesia yang bakal ditampilkan dalam buku tersebut. (ramcb)

Sumber: http://kanalbojonegoro.com/karya-pelajar-bojonegoro-masuk-antologi-puisi-menolak-korupsi-iii/

Sabtu, 18 Januari 2014

Malam Ini, Puisi Menolak Korupsi di Serang (Tempo.co)

TEMPO.CO, Tangerang -  Malam ini, Sabtu 18 Januari 2014, perhelatan "Puisi Menolak Korupsi" digelar di tanah jawara, Banten. Bertempat di Rumah Dunia, Serang, acara pembacaan puisi akan diramaikan oleh puluhan penyair Indonesia yang tergabung dalam gerakan PMK.

Menurut pengelola Rumah Dunia, Gola A. Gong acara "Puisi Menolak Korupsi" ini akan diawali dengan talkshow bertajuk "Banten Menolak Korupsi" dengan narasumber Ahmadun Herfanda, Dahnil Anzhar, pengamat sosial ekonomi yang juga dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada pukul 20.00-21.00. "Selanjutnya parade pembacaan Puisi Menolak Korupsi kawan penyair dari berbagai daerah dan tokoh masyarakat," ujar Gong.

Koordinator Gerakan "Puisi Menolak Korupsi" Sosiawan Leak kepada Tempo mengatakan, acara di Banten ini merupakan roadshow ke-14 dari berbagai kota di Indonesia. Gerakan ini terus bergulir sejak pertama kali digelar pada pertengahan 2013 lalu di Blitar, Jawa Timur.

"Para penyair dari berbagai daerah melakukan roadshow dengan biaya sendiri. Kami senafas dalam perjuangan penolakan korupsi di Indonesia," kata Leak. Penyair asal Solo ini menambahkan, untuk roadshow PMK berikut akan digelar pada 25 dan 26 Januari 2014 di Purwokerto, Jawa Tengah, dan selanjutnya pada Februari di Malang Jawa Timur, kemudian menyusul Madura pada Maret 2014.

Gerakan PMK ini telah menelorkan karya antologi puisi bersama bertajuk sama, "Puisi Menolak Korupsi" yang ditulis oleh sekitar 200-an penyair Indonesia. Bahkan antologi puisi jilid dua dibahas secara khusus di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Pada saat itu, para pimpinan KPK seperti Ketua Abraham Samad, Busro Muqodas dan Bambang Widjojanto turut membacakan puisi yang termaktub dalam antologi tersebut. (Ayu Cipta)

Sumber tempo.co Sabtu, 18 Januari 2014 | 12:48 WIB

Kamis, 21 November 2013

(Road Show 10) Puisi Menolak Korupsi di Kota Pahlawan (Jawa Pos, Minggu 24/11/13)

PMK KOTA PAHLAWAN, 22 NOVEMBER 2013 DI UNESA
DIBAHAS OLEH Dr. M. SHOIM ANWAR, M.Pd. bertajuk "Menuju ke Sastra Rebonding", dan sekedar bocoran telaahnya berbunyi begini:

Judul-judul puisi yang ditampilkan diharapkan menjadi sarana pencucian jiwa atau katarsis. Inilah identitas negeri yang dirasuki oleh wabah korupsi: Selamat Datang di Negeri Setan (Bambang Eka Prasetya), Negeri Gerhana, Negeri Dadu, Negeri Petak Umpet (Dedet Setyadi), Negeri Tragedi (Dimas Arika Mihardja), Negeri Wanyad (Dwi Eri Santoso), Kutaburi Tinja Negeriku (Eka Pradhaning), Negeri Koruptor, Jangan Kausebut Negeriku Negeri Korupsi (Endang Setyaningsih), Negeri Yang Aneh, Negeri Para Tikus (Hardho Sayoko SPB), Negeri Siluman (Irma Yuliana), Negeri Air Mata (Jumari HS), Negeri Boneka (Najibul Mahbub), Negeri Seribu Janji ( Oscar Amran), Negeri Serba Lupa, Republik Disorientasi (Ribut Achwandi), Negeri Uang (Sosiawan Leak), Kibar Bendera Negeri Korupsi (Sudarmono), Negeri Paradoks (Sumasno Hadi), Republik Salah Makan Jadi Buang Muka (Syam Chandra Manthiek), Negeri Yoni (Thomas Budi Santoso), Negeri EDST, Negeri Dobol (Thomas Budi Santoso), Indonesian Idiot (W. Haryanto).

Lantas ada terselip tanya, ada apa dengan sastra?

Nama-nama penyair yang disebut pembicara adalah: Dari judul-judul puisi yang ada dapat dilacak unsur mana yang dominan dalam puisi tersebut. Judul-judul puisi berikut mengasosiasikan bagian-bagian anatomi korupsi: “Ciri-ciri Koruptor” (Agus Sri Danardana), “Semua Bisa Diatur” (Ahmad Daladi), “Raja Berkepala Batu” (Ahmadun Yosi Herfanda), “Batu Dalam Kekuasaan” (Akaha Taufan Aminudin), “Pengakuan Seorang Wakil Rakyat” (Aloysius Slamet Widodo), “Akal Bulus Anak Buah Koruptor” (Andreas Kristoko), “Tikus-Tikus” (Ardi Susanti) ”Dari Tubuhmu Yang Seksi” (Asyari Muhammad), “Korupsi Raja di Negeriku” (Ayu Cipta), “Genetika Korupsi” (Beni Setia), “Beberapa Kali Palu Telah Diketok” (Rohmat Djoko Prakosa), “Kita Suka Korupsi” (Suyitno Ethex), “Hukum Tak Tegak” (Ekohm Abiyasa), “Sejak Bahasa Kita Beda” (Zainul Walid), dan masih banyak lagi. Hampir semua Puisi Menolak Korupsi memiliki akar ke anatomi tersebut.

Oleh Aming Aminoedhin

Sumber Facebook PMK

Berikut artikel yang dimuat di Jawa Pos edisi Minggu, 24 November 2013
Sumber Facebook PMK

Selasa, 01 Oktober 2013

(Tokoh Kita) Sosiawan Leak, Majalah Jaya Baya edisi Minggu Oktober 2013

Tokoh kita bulan ini.
Tulisan iki mono, kamot ana Majalah Jaya Baya Surabaya
Nomer 6 Minggu I, Oktober 2013 dengan cover majalah bergambar wayang Dewi Sri.

Sumber Facebook PMK (Aming Aminoedhin)

Minggu, 21 Juli 2013

Jendral Penyair (Koran Barometer, Sabtu, 20 Juli 2013)

Sumber gambar
Foto: KORAN BAROMETER
Sabtu, 20 Juli 2013

"Jika para penegak hukum memiliki wilayah kuasa hukum, maka para penyair memiliki wilayah budaya untuk turut andil dalam perlawanan terhadap korupsi." Leak Sosiawan