Sujiwo Tejo: Perlu Sanksi Sosial Tegas Hilangkan Korupsi
Sumber:
http://satuharapan.com/read-detail/read/sujiwo-tejo-perlu-sanksi-sosial-tegas-hilangkan-korupsi/
Facebook Abdul Malik
Keterangan foto:
Denny Indrayana, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Sujiwo Tejo, Salahuddin Wahid (Gus Solah), Bambang Widjojanto, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Abdul Malik
JOMBANG, SATUHARAPAN.COM - Sujiwo Tejo mengusulkan sanksi sosial tegas
dengan cara namanya dihilangkan, kemudian tidak boleh disapa, sehingga
lama-lama sang koruptor akan mati dan korupsi hilang, demikian
disampaikan dalam acara Rembug Rasa Anti Korupsi yang di gelar di
Jombang, Sabtu (8/3).
Tentang sikap pada koruptor, Sujiwo Tejo mengusulkan sanksi sosial tegas kepada para pelaku tindak korupsi yang mengacu pada budaya Suku Sioux, Indian.
Rembuk Rasa Anti Korupsi yang diadakan di Hotel Yusro Jl. Soekarno Hatta
25 Jombang, antara lain didukung Yayasan Lontar, Jakarta sebagai
pelaksana kegiatan di Jombang. Selain Sujiwo Tejo, narasumber lain yang
hadir adalah Bambang Widjojanto, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), Dr. Ir. Sujana Royat DEA, Deputi Koordinasi Bidang
Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Denny Indrayana,
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Salahuddin Wahid
(Gus Solah), Tokoh HAM.
Sujiwo Tejo, budayawan, salah satu
narasumber dalam kegiatan tersebut menyatakan pesimis terhadap
pemberantasan korupsi di Indonesia. ”Kita adalah manusia yang paling
munafik di dunia. Ukuran keimanan seseorang diukur dari seberapa sering
seseorang ke masjid atau gereja. Menurut saya ukuran keimanan seseorang
adalah seberapa manfaat bagi orang lain,” kata Sujiwo Tejo di hadapan
150 orang yang menghadiri kegiatan ini.
“Kalau ada pejabat
yang miskin tidak dihormati. Kalau ada pejabat yang menyumbang 50 ribu
pasti dirasani. Bagaimana pejabat tidak korupsi?,” kata Sujiwo Tejo.
“Negara kita tidak memiliki cita-cita. Mau dibawa kemana arah
pembangunan ke depan. Situasi ini membuat orang tidak punya motivasi dan
berbuat korupsi. Bagi saya adil dan makmur adalah absurd. Saat
reformasi, kita cenderung menjadi anti orde baru padahal di jaman orde
baru ada rencana pembangunan lima tahun dan rencana pembangunan jangka
panjang. Sehingga kita mengetahui arah pembangunan 25 tahun mendatang,”
demikian kata dia.
Rangkaian acara akan diakhiri dengan Pagelaran
Wayang Kulit oleh Ki Purbo Asmoro dengan lakon Tripama Kawedhar di
Lapangan Pulo, Desa Pulo, Jombang.
Rembuk Rasa Anti Korupsi ini
adalah bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
Mandiri bersama-sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
menyelenggarakan rangkaian acara bertajuk Gelar Semangat Anti Korupsi
2014 Semua Siap Beraksi (Berantas Korupsi) di Surabaya dan Jombang.
(Kontributor : Abdul Malik). Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja
Sumber:
http://satuharapan.com/
Facebook Abdul Malik
Keterangan foto:
Denny Indrayana, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Sujiwo Tejo, Salahuddin Wahid (Gus Solah), Bambang Widjojanto, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Abdul Malik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bila Anda memiliki kesan, pesan/saran maupun masukan atau pengalaman dengan Gerakan PMK, silakan ketik komentar Anda di bawah.
SATU HATI Tolak Korupsi untuk Negeri.