Sabtu, 06 Desember 2014

Penyair Indonesia Diundang di (Road Show 27) PMK Tanjungpinang

Saat road show 24 di FIB Universitas Lancang Kuning Riau (Sept 2014)
TANJUNGPINANG-Para penyair Indonesia yang punya keluangan waktu diundang untuk hadir dalam acara Puisi Menolak Korupsi (PMK) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), 11-13 Desember 2014. Sekurang-kurang disediakan akomodasi dan konsumsi bagi 20 penyair yang mendaftar lebih awal. Sedangkan hal yang berkaitan dengan transportasi, tidak ditanggung oleh panitia penyelenggara.
          
Ketua Panitia PMK Tanjungpinang, penyair Tarmizi Rumahitam kepada Tiraskita.com via telepon menjelaskan hingga saat ini sudah terdaftar 11 penyair yang sudah menyatakan kesediaan hadir. Di antaranya, penyair yang juga penggagas PMK, Sosiawan Leak (Solo), Husnu Abadi (Riau), Arsyad Indradi (Banjarmasin), Syarifuddin Arifin (Padang), Surya "Sastra Riau" Hardi (Riau), Marlin Dinamikanto (Bandung), Bambang Eka Prasetya (Yogyakarta), Autar Abdillah (Surabaya), Yurnalsi Paduka Raja dan penyair Fakhrunnas MA Jabbar (Riau) yang juga Pemred Tiraskita.com.

"Kami masih menunggu Sembilan penyair lagi dari seluruh Indonesia agar dapat mengisi jatah yang disedaiakan oleh panitia. Sebagaimana kegiatan-kegiatan PMK sebelumnya di seluruh Indonesia, kegiatan ini dilakukan dengan semangat kerelawanan (volunterisme). Artinya, kehadiran para sastrawan merupakan tanggungan masing-masing sebagai bagian kontribusi penyair dalam ikut memberantas korupsi di Indonesia," kata Tarmizi lagi.
          
Menurut Tarmizi, bagi penyair yang berminat bergabung dapat menghubungi dirinya via email rumahitam@gmail.com atau HP 081261210004. Sementara Penggagas PMK, Sosiawan Leak yang berada di Solo kepada Tiraskota.com menyatakan semangat menolak korupsi oleh komunitas penyair Indonesia tak akan pernah berhenti. Kegiatan ini sudah dilakukan di berbagai kota Indonesia mulai Indonesia Barat, Tengah hingga Indonesia Timur secara bergiliran dan sukarela.Bahkan, kegiatan PMK pernah digelar di KPK yang dihadiri langsung oleh ketuanya, Abraham Samad dan unsur pimpinan KPK yang lain serta penyair Indonesia antara lain Taufiq Ismail, Jumari Hs, Sosiawan Leak, Fakhrunnas MA Jabbar, Isbedy Stiawan ZS dan masih banyak lagi.

Gerakan Puisi Menolak Korupsi mengambil posisi sebagai gerakan kultural, melengkapi gerakan lain yang dilakukan sejumlah unsur dari berbagai lapisan masyarakat berikut karakter dan alat perjuangnya (hukum, politik, agama, jurnalistik, intelektual dan lain-lain). Gerakan ini pada hakekatnya menyatu dan padu dengan semua kekuatan yang beritikad mengawal proses perjalanan masyarakat membangun kehidupan bangsa dan negara yang berkeadilan dan lebih bermartabat. Secara siknifikan gerakan ini juga menjadi sarana bagi penyair untuk menyatakan sikap tegas, menolak nilai-nilai kehidupan yang korup.

Menurut Leak, sejak awal, Gerakan Puisi Menolak Korupsi telah berjalan sebagai gerakan yang bersifat nirlaba, independen dan mandiri (baik secara ideologi maupun ekonomi). Kemandirian ideologi dibuktikan dengan proses penerbitan antologi puisi yang senantiasa merujuk pada tema anti korupsi. Kemandirian ekonomi diwujudkan dalam melakukan iuran secara gotong-royong guna mendanai proses penerbitan antologi tersebut, murni atas biaya dari para penyair dengan mengutamakan azas kebersamaan dan transparansi. Kemandirian semacam itu juga menjadi dasar digulirkannya program kegiatan PMK lainnya, yakni Road Show Puisi Menolak Korupsi yang dilakukan secara mandiri dan otonomi di berbagai kota di Indonesia, dikoordinir oleh para penyair PMK yang mukim di kota tersebut.

Selanjutnya, Sosiawan Leak menyatakan hingga sekarang gerakan yang idenya dilontarkan oleh Heru Mugiarso (Penyair Semarang) tersebut telah menerbitkan antologi puisi, merangkum karya para penyair yang berasal dari berbagai daerah, usia, dan kecenderungan puitika. Setelah melewati proses seleksi dan penyuntingan, karya-karya tersebut terbit dalam Antologi Puisi

Menolak Korupsi (melibatkan 85 penyair, terbit Mei 2013), Antologi Puisi Menolak Korupsi 2a (melibatkan 99 penyair, terbit  September 2013), dan Antologi Puisi Menolak Korupsi 2b (melibatkan 98 penyair, terbit September 2013). Sejak Mei 2013, gerakan ini juga melakukan kampanye anti korupsi bertajuk Road Show Puisi Menolak Korupsi ke berbagai wilayah di Indonesia dalam wujud pembacaan puisi, pentas seni, seminar, diskusi, orasi, lomba baca puisi, lomba cipta puisi dan lain-lain. Kini Gerakan PMK telah melakukan proses penerimaan dan seleksi puisi bertema anti korupsi dari para pelajar di seluruh Indonesia yang diterbitkan April 2014 dalam Antologi Puisi Menolak Korupsi 3; Pelajar Indonesia Menggugat (melibatkan 286 pelajar).  "Pihak KPK sangat mendukung kegiatan PMK ini sebagai keikutsertaan penyair dalam mendukung kegiatan menolak korupsi di Indonesia," kata Sosiawan Leak bersemangat. (nas).

Sumber: Teraskitadotcom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bila Anda memiliki kesan, pesan/saran maupun masukan atau pengalaman dengan Gerakan PMK, silakan ketik komentar Anda di bawah.

SATU HATI Tolak Korupsi untuk Negeri.